• SMPN 4 PRAYA TENGAH
  • Berprestasi Demi Nusa dan Bangsa

Anak Didik Kian Berkurang, Tiga SMPN di Loteng Terancam Ditutup

Siswa di SMPN 5 Praya Timur di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah sedikit demi sedikit mulai berkurang. Komisi IV DPRD Loteng meminta dinas pendidikan (disdik) secepatnya menyikapi.

“Persoalan ini kami sudah bahas dengan disdik dan dewan pendidikan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Legewarman pada Lombok Post, Minggu (24/4).

Kesimpulannya, kata Lege, perencanaan pembangunan beberapa sekolah di Gumi Tatas Tuhu Trasna tidak sesuai dengan kondisi sosiologis warga dan kondisi geografis. Tidak saja SMP, tapi ada juga beberapa sekolah dasar (SD). Terkesan asal membangun dan terkesan hanya kejar proyek semata.

Terbukti, SMPN 7 Praya di Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya terpaksa ditutup. Itu karena jumlah siswa bisa dihitung dengan jari tangan. Saat ini, bangunan yang ada sudah dihibahkan ke Kementerian Agama (Kemenag) Loteng.

“Kalau tidak cepat disikapi, maka SMPN 5 Praya Timur nasibnya sama dengan SMPN 7 Praya,” papar pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD Loteng tersebut.

Dari sisi bangunan, SMPN 5 Praya Timur berkualitas dan luas. Hanya saja, jauh dari permukiman warga. Sehingga warga lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya di desa tetangga di Kecamatan Janapria. “Saya percaya di tempat lain pasti ada,” tandas Lege.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana, Disdik Loteng Lalu Rupawan Joni mengatakan, SMPN 6 Jonggat di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat dan SMPN 6 Praya di Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya juga mengalami nasib yang sama. Saat ini, disdik tengah mengevaluasi. Itu karena, jumlah anak didik semakin berkurang setiap tahunnya.

“Sumber-sumber peserta didik di dua tempat itu lebih memilih masuk madrasah dan pondok pesantren (ponpes),” ujar mantan Kabid SMP Disdik Loteng tersebut.

Agar mampu bersaing, pihaknya menyarankan kepala sekolah (kasek) dan guru berinovasi, dan berkreasi. Jika tidak, maka cepat atau lambat sekolah-sekolah dibawah lingkup disdik akan ditinggal. Kalah saing dengan madrasah di bawah lingkup Kemenag.

“Jumlah SMP di daerah kita sendiri ada 193. Terdiri dari 91 SMP negeri dan 102 SMP swasta,” pungkasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, kalau berbicara kualitas bangunan, bisa dipastikan semua SMP negeri maupun swasta di Loteng tidak ada yang rusak. Karena setiap tahunnya diperhatikan.

Rata-rata, katanya dilakukan rehab ringan dan rehab sedang, hingga menambah fasilitas yang ada. Itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Meliputi ruang kelas, laboratorium, perumahan guru, ruang UKS, perangkat teknologi informasi bahkan kursi, meja dan lemari.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SPMB 2026 Resmi diberlakukan, Berikut Jalur Penerimaan dan Mekanisme Mekanismenya

Menjelang pelaksanaan ajaran 2026, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi salah satu agenda penting dalam penyelenggaraan layanan pendidikan. SPMB merupakan sistem penerimaan yang

18/04/2026 18:41 - Oleh - Dilihat 7 kali
SMP di Loteng Mulai TKA, Siswa Nonpeserta Belajar dari Rumah

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk peningkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lombok Tengah resmi dimulai pada Senin, 6 April 2026. Seiring dengan itu, siswa

16/04/2026 01:14 - Oleh - Dilihat 8 kali
SMPN 5 Praya Barat Lombok Tengah Kebanjiran, Aktivitas Pembelajaran Terganggu

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, sejak Selasa pagi (13/1) hingga malam mengakibatkan SMP Negeri 5 Praya Barat terendam banjir. Genan

16/04/2026 01:02 - Oleh - Dilihat 3 kali
Chat Kami